Hasil CPI Juli 2026: Emas Sempat Anjlok lalu Rebound ke $4.441

NaraPasar - Data inflasi Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk Juli 2026 resmi dirilis malam ini, Rabu (12/8/2026) pukul 19:30 WIB, dengan hasil sesuai ekspektasi pasar. Inflasi tahunan (YoY) tercatat 3,4%, turun dari 3,5% pada Juni, sementara inflasi inti (core CPI) berada di 2,5% YoY. Secara bulanan, CPI naik 0,1% setelah sebelumnya turun 0,4% di Juni.
Harga emas (XAUUSD) sempat bereaksi tajam tepat saat data dirilis pukul 19:30 WIB — turun mendadak menyentuh $4.382 dalam candle satu menit pertama, sebelum rebound cepat dan menembus $4.441. Setelah reli awal itu, harga dua kali terkoreksi ke kisaran $4.409–$4.413, dengan level $4.432 berulang kali menjadi titik pantul, sebelum akhirnya kembali diperdagangkan di sekitar $4.422 — naik sekitar 1,23% dibanding penutupan hari sebelumnya. Reaksi awal yang volatil ini wajar terjadi, mengingat rata-rata rentang pergerakan emas di hari-hari rilis CPI historisnya sekitar 1,54%, lebih lebar dibanding hari perdagangan biasa.
"Emas sempat turun ke $4.382 lalu rebound ke $4.441 setelah rilis CPI Juli 2026"
Rincian Data CPI Juli 2026
Berdasarkan rilis resmi Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), berikut komponen utama yang mendorong kenaikan CPI Juli:
- Sektor perumahan (shelter) naik 0,1%, menyumbang sekitar dua pertiga dari total kenaikan CPI bulan ini.
- Harga makanan naik 0,1%, dengan makanan di luar rumah (restoran/takeaway) naik lebih tinggi, 0,3%.
- Inflasi inti (di luar makanan dan energi) naik 0,2% secara bulanan. Meski melandai dari bulan sebelumnya, tingkat inflasi ini masih berada di atas target 2% The Fed dan di atas laju pertumbuhan upah nominal yang tercatat 3,2% YoY — artinya daya beli riil pekerja AS sedikit tergerus.
"Sektor perumahan menyumbang sekitar dua pertiga kenaikan CPI Juli 2026"
Dampak ke Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Sebelum data ini dirilis, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sempat turun dari sekitar 60% menjadi 50%, menyusul laporan tenaga kerja Juli yang lemah pekan lalu. Data CPI yang sesuai ekspektasi malam ini mempertahankan narasi bahwa The Fed belum perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Namun, sikap The Fed masih terbelah. Sejumlah pejabat, termasuk Presiden Fed Chicago, menegaskan bahwa faksi hawkish di komite masih fokus pada risiko inflasi, bukan semata pelemahan pasar tenaga kerja. The Fed sendiri belum mengubah suku bunga acuan sejak pecahnya perang AS-Israel dengan Iran, meski bank sentral Eropa dan Jepang sudah menaikkan suku bunga mereka.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) baru akan bertemu kembali pada pertemuan September 2026, sehingga masih ada satu putaran data CPI dan tenaga kerja bulan Agustus yang akan turut menentukan keputusan suku bunga tersebut.
Baca juga: XAUUSD Bergejolak Usai Data CPI AS: Sempat Anjlok, Lalu Melonjak ke US$4.400, XAUUSD Rebound dari Titik Terendah 2026, Kini Uji EMA 50, Apa Itu CPI? Data yang Jadi Penggerak Harga Emas Malam Ini.
Sumber: NaraPasar Newsroom
Artikel ini disediakan untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual instrumen tertentu.